Pengembangan Media Smart Board Hybride Learning Version 2.0 Berbasis Primary Education Level Interactive Class untuk Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking Ability Menghadapi Era – Post. Pandemic COVID 19

Main Article Content

Feri Tirtoni
Widyastuti
Joko Susilo

Abstract

Tingkat Critical Thinking Ability   siswa SD di perkotaan khususnya di Kabupaten Sidoarjo  masih terbilang minim, yaitu hanya sebesar 18-22 % dari rata-rata siswa di dalam kelas yang mampu berfikir kritis saat PBM berlangsung hasil responden guru yang dilakukan oleh peneliti via google form angket 2021, hal ini terjadi karena rendahnya keterampilan siswa dalam hal bertanya, menanggapi, mempresentasikan serta berdialog sesama siswa pada saat proses pembelajaran serta masih sulit nya dalam menyampaikan pendapat atau opsi jawaban kepada guru pada saat pembelajaran maupun saat diskusi dan belum mampu memahami konsep abstrak pada pembelajaran Tematik (data hasil penelitian Pandu Hermawan Tahun 2018). Sedangkan kedepan tantangan di Era – Post. Pandemic Covid 19 mewajibkan setiap individu memiliki keterampilan berfikir kritis dalam berbagai bidang yang multidisipliner.  Dilapangan ditemukan kembali sebuah data dari permasalahan pada sisi rendahnya ketrampilan proses Critical Thinking Ability   siswa SD Watutulis 2 kelas II yaitu sebesar 68% siswa di kelas II mengalami kesulitan dalam proses berfikir kritis saat PBM dari total 26 siswa didalam kelas, data ini berdasarkan hasil observasi peneliti yang dilakukan pada tanggal 6 Desember 2021 . Maka dari Latar belakang permasalahan diatas diperlukan suatu cara untuk meningkatkan ketrampilan Critical Thinking Ability   siswa SD melalui pengembangan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan proses pengembangan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom untuk meningkatkan kemampuan Critical Thinking Ability   siswa SD kelas II pada mata pelajaran TEMATIK. (2) Mendekripsikan hasil pengembangan pengembangan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom untuk meningkatkan kemampuan Critical Thinking Ability   siswa SD kelas II pada mata pelajaran TEMATIK. Pengembangan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroomberbasis Critical Thinking Ability  akan dilakukan sampai tahap desain / uji coba dengan sebuah hipotesis bahwa pengembangan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan Critical Thinking Ability   siswa SD Watutulis 2 kelas II. Prototipe produk yang dihasilkan yaitu sebuah Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom yang telah disusun satu paket dengan Modul , RPP dan silabusnya serta manual guide-nya dimana media ini memiliki berbagai jenis permainan games fun learning yang mampu menarik motifasi siswa agar mampu berdialog dan berinteraksi dengan sesama temannya dalam proses pembelajaran dalam pemikiran yang berlangsung kritis. Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development), dengan dilakukan penyederhanaan langkah, dari sepuluh langkah (Borg & Gall, 2003 :571), menjadi tiga tahap, yaitu: studi pendahuluan, pengembangan, dan validasi. Selanjutnya peneliti mengadaptasi berdasarkan pada ketentuan dan kebutuhan dalam Pengembangan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroomberbasis Critical Thinking Ability. Adapun rencana didalam penelitian ini nantinya adalah adanya peningkatan ketrampilan Critical Thinking Ability   siswa SD kelas II pada saat proses pembelajaran melalui penggunaan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom berbasis Critical Thinking Ability  yang dikembangkan melalui petunjuk  yang ada pada media. Diharapkan nantinya penggunaan Media Smart Board berbasis Interactive Hybrid Classroom ini menarik motifasi siswa agar mampu berdialog dan berinteraksi dengan sesama temannya dalam proses pembelajaran dalam pemikiran yang berlangsung kritis, sehingga siswa akan memahami keseluruhan materi Tematik yang disampaikan. Sehingga nantinya media tersebut dapat menjawab tantangan pengembangan dunia pendidikan SD dalam memasuki Era – Post. Pandemic Covid 19 hal ini pun sejalan dan sinergi pada pencapaian renstra UMSIDA yang telah dinyatakan dalam  road map penelitian social humaniora LPPM Umsida yaitu pada point 8 tentang pengembangan inovasi pendidikan dan budaya Literasi.

Article Details

How to Cite
Tirtoni, F., Widyastuti, & Susilo, J. (2022). Pengembangan Media Smart Board Hybride Learning Version 2.0 Berbasis Primary Education Level Interactive Class untuk Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking Ability Menghadapi Era – Post. Pandemic COVID 19. Procedia of Social Sciences and Humanities, 3, 669-677. https://doi.org/10.21070/pssh.v3i.222
Section
Articles

References

1. C. Asri Budiningsih .2010. Pendekatan Deep Dialogue and Critical Thinking. Jakarta: Universitas Indonesia.
2. Husamah. 2014. Pembelajaran Bauran Blanded Learning Terampil Memadukan Keunggulan Pembelajaran Face-to-face, E-learning Offline-Online dan Mobile Learning. Malang: Prestasi Pustaka Publisher
3. Jackson, Philip W. 1991. Handbook of Research on Curriculum. New York: MacMilllan Publishing Company
4. Jurnal Online Lentera pendidikan Setyawan Budi : 2017 dengan judul ”Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Di Era Distrubsi Budaya Dan Gadget”, Volume II Tahun 2016
5. Mantja, W. 2015. Rumah Baca Virtual Sebagai Bagian Dari Modernisasi Pendidikan. Malang: Elang Mas Media
6. Miles, M B dan Huberman, A. 2010. Blanded Clasroom di Era Pembelajaran Digital. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohisi. Jakarta: Universitas Indonesia.
7. Prayitno, Windhie. 2017. Implementasi Blanded Learning dalam Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Yogyakarta: Widyaiswara LPMP D.I Yogyakarta
8. Raka, I.I.D.G. 2015. Sistem Rumah Belajar: media social Platform Aplikasi Belajar.id Berbasis Interactive class (IC) pendidikan untuk implementasi smart ELearning, Bandung: Rosdakarya
9. Raka, I.I.D.G. 2017. Media Pendidikan Untuk Implementasi Smart E-Learning Di Era Revolusi Industri 4.0, Bandung: Rosdakarya
10. Simarmata, Janner,dkk. 2016. Implementasi Model Pembelajaran Platform Aplikasi Belajar.id Berbasis Interactive class (IC) Blanded Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi (SNITI)
11. Suhartono. 2016. Menggagas Pendekatan Blanded Learning di Sekolah Dasar. UPBJJUT Semarang. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru (TING) VIII.
12. Sukoco, Prasetya Citra. 2016. Blanded Learning Dalam Pembelajaran.Malang: Universitas Negeri Malang (Prosiding Seminar Nasion Profesionalisme guru)

Most read articles by the same author(s)